Sidamulih (Humas) — Menyambut tahun ajaran 2023/2024, berbagai upaya dilakukan madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain melengkapi berbagai sarana dan pra sarana, madrasah juga kini mulai berbenah dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik.
“Perubahan paradigma pembelajaran yang sangat dinamis, membuat madrasah harus senantiasa berinovasi dalam meningkatkan mutu layanan khususnya pendidikan,” ujar Kepala Seksi Madrasah Kankemenag Kab Pangandaran, H. Nana Supriatna, Sabtu (8/7/2023)
Saat ditemui usai menjadi narasumber dalam Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang digelar Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kab Pangandaran, ia menjelaskan bahwa di era teknologi informasi ini, madrasah diberikan otonomi dalam mengelola pendidikan dan kemandirian dalam berkreasi, berinovasi, menciptakan layanan yang humanis, ramah serta adaptif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Oleh karena itu, Kementerian Agama memberi ruang kepada madrasah dalam mengembangkan kurikulum operasional pada tingkat satuan pendidikan sesuai potensi dan kekhasan madrasah melalui kurikulum merdeka,” tuturnya.
Kasi Penmad mengatakan bahwa implementasi kurikulum merdeka merupakan tantangan baik bagi lembaga maupun tenaga pendidik, karena dituntut kreativitas lembaga dalam pelaksanaannya.
“Saya berharap, dengan diimplementasikannya kurikulum merdeka di madrasah selain respon dari kebijakan pendidikan nasional sebagai akselerasi menuju kemandirian lembaga, juga dapat membangun minat belajar anak didik dan menjadikan mereka sebagai generasi dengan karakter Pancasila,” pungkasnya.
Workshop yang digelar di MAN 1 Pangandaran ini diikuti oleh para kepala MA beserta wakil kepala madrasah bidang kurikulum dari 18 MA negeri dan swasta di wilayah Kab Pangandaran. Selain Kasi Penmad, tampak hadir pengawas MA Abdul Muslih, dan Ketua KKMA H. Maman Suherman. Sedangkan narasumber workshop, Waka Kurikulum MAN 1 Pangandaran H. Juhana Arip dan Kepala Perpustakaan, Hj Lasmiati.(put/rls)



















